
Pemerintah Ukraina menyetujui rencana penegakan gencatan senjata secara bertingkat, yang akan melibatkan sekutu-sekutunya di Eropa dan juga Amerika Serikat (AS). Hal ini terungkap menjelang pembicaraan antara Ukraina dan Rusia untuk mengakhiri perang yang terus berkecamuk selama empat tahun terakhir.
Dalam kesepakatan itu, seperti dilansir Reuters , Selasa (3/2/2026), Ukraina dengan sekutu-sekutu Baratnya menyetujui mekanisme di mana setiap pelanggaran terus-menerus oleh Rusia terhadap perjanjian gencatan senjata di masa mendatang, akan memicu respons militer gabungan dari Eropa dan AS.
Kesepakatan itu dilaporkan oleh media terkemuka Financial Times , yang mengutip sumber-sumber yang memahami pembicaraan mengenai isu tersebut. Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut.





