
Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Pertahanan & Keamanan KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo, menegaskan penguatan ketahanan keamanan maritim di Selat Malaka merupakan agenda strategis untuk menjamin kedaulatan negara di bidang pertahanan, keamanan, dan ekonomi.
Selat Malaka dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, dengan lebih dari 60 ribu kapal melintas setiap tahun dan mengangkut sekitar seperempat perdagangan maritim global. Bagi Indonesia, kawasan ini menjadi jalur utama distribusi energi, ekspor komoditas, serta lalu lintas logistik yang menopang stabilitas ekonomi nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika keamanan di Selat Malaka kembali menjadi sorotan. Sepanjang 2025, tercatat peningkatan kasus perompakan dan perampokan laut di wilayah Selat Malaka dan Selat Singapura. Meski sebagian besar berupa pencurian tanpa kekerasan berat, tren kenaikan insiden dinilai menunjukkan perlunya penguatan sistem pengawasan, patroli terpadu, serta pemanfaatan teknologi maritim yang lebih canggih.






