
Sekitar dua juta warga negara Indonesia (WNI) berobat keluar negeri setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, diperkirakan negara kehilangan devisa triliunan rupiah. Pasalnya, banyak WNI justru lebih memercayai pelayanan kesehatan di negara lain, seperti Malaysia dan Singapura.
Tak hanya itu, banyak kalangan menengah ke atas rela mengeluarkan uang lebih untuk berobat di luar negeri. Mereka menganggap pelayanan kesehatan di sana lebih baik dan lebih canggih peralatannya dibandingkan di dalam negeri.
Malaysia menjadi negara yang paling banyak menerima keuntungan itu. Sekitar 66% pasar ‘wisata medisnya’ berasal dari Indonesia, terutama warga kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya.






