Jerman menuduh Rusia melakukan serangan siber yang menargetkan kontrol lalu lintas udaranya dan menyebarkan disinformasi menjelang pemilihan umum Februari. Tuduhan yang ditolak oleh Rusia sebagai absurd dan tidak berdasar.
Dilansir AFP , Jumat (13/12/2025), seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa dinas keamanan memiliki bukti bahwa kelompok peretas yang dijalankan oleh dinas intelijen militer Rusia, GRU, bertanggung jawab atas serangan dan operasi pengaruh tersebut.
“Berdasarkan analisis komprehensif oleh dinas intelijen Jerman, kami telah mampu mengidentifikasi dengan jelas pelakunya dan membuktikan tanggung jawab Moskow,” kata juru bicara tersebut.






