
Beredar narasi di media sosial X yang menyebut produk kurma mengandung sirup glukosa dan dijual secara bebas di pasaran. Narasi tersebut diunggah oleh akun @SeputarTetangga pada Kamis (19/2/2026) dan disertai tangkapan layar label komposisi produk yang memicu pertanyaan warganet terkait transparansi informasi bahan.
Dalam unggahannya, akun tersebut menyoroti perbedaan keterangan pada label asli dan label tambahan berbahasa Indonesia.
“Ada yang bisa jelaskan? Di label asli, ada tertera bahan lain. Kenapa di label tambahan yg bahasa Indonesia cuma di-list buah kurma? Bukannya mesti ditulis semuanya ya? Gak semua orang ngerti arti yg di atas, taunya ini kurma tanpa tambahan apapun. Atau glucose syrup conservative e202 itu something yg naturally occur pada kurma?” tulisnya.





