
Latar Belakang
Presiden Prabowo Subianto menandatangani Board of Peace (BoP) Charter di Davos pada 22 Januari 2026, menandai langkah strategis Indonesia dalam mengawal konflik Gaza. Dengan keterlibatan ini, Indonesia bertujuan untuk memastikan transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza tetap berorientasi pada solusi dua negara, tanpa mengabaikan hak rakyat Palestina.
Fakta Penting
Langkah Prabowo muncul dalam konteks pergeseran tata kelola konflik Gaza. Pada 17 November 2025, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2803 dengan suara 13 setuju, 0 menolak, dan 2 abstain dari Rusia dan China. Resolusi ini mengesahkan kerangka pasca konflik, termasuk pembentukan BoP dan mandat International Stabilization Force (ISF).
Strategi Hedging Indonesia
Kebijakan ini bukanlah pilihan antara “ikut Trump” atau “melawan Trump”, melainkan strategi hedging cermat. Sebagai negara menengah, Indonesia menjaga kepentingan dan otonomi di tengah tatanan global yang semakin transaksional dan institusi multilateral yang diperdebatkan. Risiko salah langkah dalam konteks ini sangat tinggi, sehingga pendekatan hedging menjadi kunci untuk memastikan stabilitas regional.
Penutup
Dengan menandatangani BoP Charter, Prabowo tidak hanya menghadapi konflik Gaza, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rekonstruksi damai. Strategi hedging ini tidak hanya mempengaruhi posisi Indonesia di kancah internasional, tetapi juga menjanjikan dampak positif bagi rakyat Palestina dan stabilitas regional.





