
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut ingin “mengambil alih” Kuba di tengah krisis listrik parah yang melanda negara tersebut. Namun, pemerintah Kuba langsung merespons tegas dan menolak wacana tersebut.
Diketahui, pemadaman listrik total yang terjadi di Kuba diakibatkan oleh “pemadaman total jaringan listrik nasional,” kata Union Nacional Electrica de Cuba (UNE) dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa pekerjaan telah dimulai untuk memulihkan aliran listrik.
Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan pasokan energi. Infrastruktur pembangkit listrik yang sudah tua membuat pemadaman hingga belasan bahkan puluhan jam per hari menjadi hal yang umum di sejumlah wilayah.





