
Latar Belakang
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mengusulkan penggunaan retribusi pendapatan tiket penumpang kapal laut sebagai sumber dana untuk membeli kapal penumpang baru. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan armada kapal laut penumpang di Tanah Air, menghadapi tantangan investasi dan pendanaan yang terbatas.
Fakta Penting
Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, mengungkapkan bahwa usulan ini masih dalam tahap diskusi dan belum menjadi kebijakan pasti. Namun, potensi anggaran dari retribusi tiket per tahunnya mencapai Rp 1,4 triliun, menjanjikan sumber dana yang signifikan untuk investasi armada.
Andayani menjelaskan, “Kami telah berdiskusi secara detail, termasuk teknis penggunaan pendapatan tiket yang biasanya disetorkan ke Kementerian Keuangan. Dengan mengalihkan sebagian atau seluruh dana tersebut untuk investasi atau pembelian kapal baru, kita dapat meningkatkan daya saing Pelni.” (Surabaya, Jawa Timur, Rabu 5 November 2025).
Dampak
Jika usulan ini direalisasikan, Pelni dapat meningkatkan kualitas layanan dan kapasitas angkutan penumpang, mendorong pertumbuhan industri pelayaran di Indonesia. Namun, perlu konsultasi lanjut dengan pemerintah untuk memastikan kelayakan fiskal dan legalitas usulan ini.
Penutup
Usulan Pelni menunjukkan upaya untuk menangani masalah investasi dalam sektor transportasi laut. Dengan potensi dana dari retribusi tiket, langkah ini tidak hanya menguntungkan Pelni, tetapi juga menjanjikan manfaat sosial bagi masyarakat Indonesia yang bergantung pada layanan pelayaran. Apakah usulan ini akan menjadi solusi jangka panjang? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban.






