
Latar Belakang
Pemerintah China mengecam keras pernyataan Presiden Taiwan, Lai Ching-te, yang menyebutnya sebagai “penghasut perang”. Ini disampaikan pada hari Kamis (12/2) setelah Lai mengingatkan bahwa Beijing akan menargetkan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik jika berhasil menguasai Taiwan.
Fakta Penting
Lai mengatakan kepada AFP dalam wawancara pertamanya dengan kantor berita global sejak menjabat pada Mei 2024, bahwa jika China mengambil alih Taiwan, Beijing akan menjadi “lebih agresif” dan mengarahkan “ambisi ekspansionisnya” ke Jepang, Filipina, dan negara-negara lain di kawasan Indo-Pasifik.
Kementerian Luar Negeri China menuduh Lai memprovokasi agresi dan menyebutnya sebagai “penghasut perang”.
Dampak
Pernyataan kontroversial ini memicu ketegangan di kawasan Indo-Pasifik dan menambah panasnya hubungan antara China dan Taiwan. Masyarakat internasional menantikan langkah selanjutnya dari kedua pihak dalam menangani konflik ini.
Penutup:
Apa dampak pernyataan Lai Ching-te bagi keamanan regional? Dunia terus memantau perkembangan terbaru di kawasan Indo-Pasifik.






