
Selama bulan Ramadan, sebagian orang mungkin menggeser jam olahraga ke malam hari setelah berbuka agar tidak lemas saat berpuasa. Namun, muncul anggapan bahwa olahraga di malam hari berbahaya bagi kesehatan, bahkan disebut-sebut bisa memicu risiko serangan jantung. Benarkah demikian?
Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Yislam Aljaidi, SpJP-FIHA menegaskan bahwa pada dasarnya olahraga bisa dilakukan kapan saja. Setiap orang memiliki preferensi waktu yang berbeda, mulai dari pagi hari setelah salat Subuh hingga malam hari.
“Karena tubuh kita itu sebenarnya diciptakan sama Allah itu luar biasa hebat ya. Kita bisa beradaptasi, jadi sebenarnya nggak ada masalah,” ucap dr Yislam saat ditemui di Cibubur, Rabu (11/2/2026).






