
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat melaporkan seorang perempuan meninggal dunia di Bangladesh bagian utara pada Januari lalu setelah terinfeksi virus Nipah yang mematikan.
Kasus kematian di Bangladesh ini muncul di tengah meningkatnya kewaspadaan global menyusul ditemukannya dua kasus virus Nipah di India. Situasi tersebut mendorong sejumlah negara di Asia memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara.
WHO menyebutkan, pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah, namun diketahui memiliki kebiasaan mengonsumsi air nira kurma (date palm sap) mentah. Sebanyak 35 orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien telah dipantau dan dinyatakan negatif virus Nipah. Hingga saat ini, belum ditemukan kasus tambahan.






