Ngeri! Mobil Listrik Li Auto Li Mega Tiba-tiba Terbakar saat Dikendarai

Ngeri! Mobil Listrik Li Auto Li Mega Tiba-tiba Terbakar saat Dikendarai
Ngeri! mobil listrik li auto Li Mega Tiba-tiba Terbakar saat Dikendarai

Peristiwa mengejutkan terjadi di China ketika mobil listrik Li Auto Li Mega tiba-tiba terbakar saat dikendarai. Dikutip dari CNEV, insiden ini menambah deretan kekhawatiran terhadap kendaraan listrik setelah terbakarnya mobil listrik Xiaomi sebelumnya. Beberapa video yang beredar menunjukkan Li Mega melaju dengan kecepatan rendah ketika api muncul dari sasisnya di persimpangan lalu lintas, lalu cepat melahap seluruh kendaraan.
Spesifikasi dan Analisis
Li Auto Li Mega menawarkan fitur-fitur canggih seperti sistem baterai yang diklaim aman, namun insiden ini menunjukkan bahwa risiko kegagalan teknis tetap ada. Dari video yang beredar, api muncul dari bagian sasis, yang mungkin menunjukkan masalah pada sistem pendingin baterai atau korsleting listrik. Analisis awal menunjukkan bahwa kontrol terhadap temperatur baterai mungkin tidak efektif, sehingga menyebabkan overheat dan kebakaran.
Performa di Jalan
Kendaraan listrik umumnya dikenal dengan performa yang mulus dan hemat energi. Namun, insiden ini mengingatkan bahwa faktor keamanan harus selalu menjadi prioritas utama. Meskipun Li Mega dirancang untuk menangani berbagai kondisi jalan, insiden kebakaran menunjukkan bahwa sistem pendingin dan manajemen baterai perlu diperkuat.
Tips Perawatan Mobil Listrik
Pemilik mobil listrik sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin pada sistem baterai dan pendingin. Pastikan untuk tidak menge充 mobil saat cuaca ekstrem dan hindari penggunaan aksesori yang tidak perlu yang dapat meningkatkan beban listrik. Jika ada indikasi异常 seperti suhu baterai tinggi atau bau asap, segera hentikan penggunaan dan lakukan perbaikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa meskipun teknologi mobil listrik terus berkembang, risiko kecelakaan dan kegagalan teknis tetap ada. Pengembang harus terus memperbaiki sistem keamanan untuk meminimalisir risiko serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *