
Pendahuluan
Gaduh akibat penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) masih bergulir. Kegaduhan ini muncul akibat penghentian mendadak penggunaan manfaat BPJS yang membuat banyak pasien dengan penyakit katastropik tidak lagi bisa mendapatkan pengobatan rutin. Pasien cuci darah menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak, dengan 12 ribu dari 200 ribu pasien yang terkendala atas kebijakan ini.
Manfaat Utama BPJS untuk Pasien Katastropik
BPJS Kesehatan menjadi jalan utama bagi pasien dengan penyakit katastropik untuk mendapatkan pengobatan rutin. Tanpa akses ini, pasien cuci darah yang memerlukan 2-3 kali cuci darah seminggu berisiko fatal dalam waktu 1-3 minggu.
Cara Penerapan Kebijakan yang Lebih Adil
Untuk mencegah dampak negatif, diperlukan komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan pasien. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menggarisbawahi pentingnya penanganan khusus untuk pasien cuci darah, yang menuntut akses terjamin pada layanan kesehatan.
Penutup
Menerka nasib pasien katastropik akibat penonaktifan PBI BPJS menuntut solusi yang lebih solitif. Pasien harus diberikan akses yang adil untuk layanan kesehatan. Dalam kasus ini, penting untuk konsultasi dengan ahli kesehatan untuk mencari solusi terbaik.






