
Pemerintah Iran mengatakan para mahasiswa memiliki hak berunjuk rasa, tetapi semuanya harus memahami batasan atau “garis merah” yang tidak boleh dilanggar. Ini menjadi reaksi resmi pertama dari pemerintah Teheran terhadap unjuk rasa mahasiswa yang kembali muncul di kampus-kampus sejak akhir pekan lalu.
“Hal-hal sakral dan bendera merupakan dua contoh garis merah yang tidak boleh dilanggar, yang harus kita lindungi dan tidak boleh kita langgar atau menyimpang darinya, bahkan di tengah kemarahan,” kata juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, seperti dilansir AFP , Selasa (24/2/2026).
Mohajerani mengatakan bahwa mahasiswa-mahasiswa Iran “memiliki luka di hati mereka dan telah melihat pemandangan yang mungkin membuat mereka kesal dan marah; kemarahan ini dapat dimengerti”.






