
Iran menyebut perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) yang dimediasi Oman menjadi “awal yang baik”, dengan kedua pihak setuju untuk melanjutkan negosiasi. Namun, Teheran mengharapkan Washington untuk menahan diri dari “ancaman dan tekanan” sehingga pembicaraan dapat dilanjutkan.
Perundingan ini digelar setelah rentetan ancaman dari AS menyusul penindakan brutal oleh aparat Iran terhadap unjuk rasa antipemerintah beberapa lalu, dan setelah Washington mengerahkan kelompok kapal induk ke Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi , yang memimpin delegasi Iran, seperti dilansir Reuters dan AFP , Sabtu (7/2/2026), memuji “atmosfer positif” dalam pembicaraan dengan AS di Muscat, ibu kota Oman, pada Jumat (6/2).





