
Di tengah dunia yang kian terbelah oleh perang dan kecurigaan, Indonesia kembali berbicara dengan bahasa yang paling sulit: bahasa perdamaian. Pujian Presiden Donald Trump kepada Presiden Prabowo Subianto di KTT ASEAN baru-baru ini bukan sekadar basa-basi diplomatik.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia meneguhkan kembali perannya sebagai kekuatan penengah yang mampu menawarkan jalan damai di tengah ketegangan global. Trump bahkan menyebut bahwa perdamaian semacam ini tak pernah terjadi dalam sejarah tiga ribu tahun peradaban manusia.
Pernyataan itu sekilas mengingatkan kita pada catatan sejarawan Will dan Ariel Durant dalam The Lessons of History: “Perang adalah salah satu konstan dalam sejarah, dan tidak berkurang oleh peradaban maupun demokrasi. Dalam 3.421 tahun sejarah yang tercatat, hanya 268 tahun yang benar-benar tanpa perang.”






