
Pemberitaan terbaru mengungkapkan bahwa Perjanjian pengendalian senjata nuklir antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) segera berakhir. Dengan diberlakukannya batasan nuklir yang tidak ada, Rusia mulai menyiapkan strategi untuk menghadapi dunia yang semakin tidak terkendali.
Latar Belakang
Perjanjian New START, ditandatangani pada 2010 oleh Presiden Dmitry Medvedev dari Rusia dan Presiden Barack Obama dari AS, menjadi batu loncatan penting dalam upaya pengendalian senjata nuklir global. Namun, dengan masa berlaku perjanjian yang semakin dekat dengan batas akhirnya, Rusia mulai memikirkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi kondisi baru ini.
Fakta Penting
Perjanjian ini mulai berlaku pada 5 Februari 2011 dan memberikan waktu 7 tahun kepada kedua negara untuk memenuhi batasan yang ditetapkan. Pada 5 Februari 2018, batasan tersebut sudah harus dipertahankan selama perjanjian tersebut berlangsung. Namun, dengan pendekatan batas waktu yang semakin dekat, Rusia menunjukkan sikap siap menghadapi dunia tanpa batasan nuklir.
Dampak
Akhirnya, berakhirnya Perjanjian New START dapat membuka pintu bagi Rusia untuk mengembangkan dan memperkuat senjata nuklirnya tanpa adanya batasan internasional yang berlaku. Ini menimbulkan khawatir tentang stabilitas global dan potensi eskalasi ketegangan antar negara kuat.
Dengan situasi yang semakin menegangkan ini, dunia menghadapi era baru yang penuh dengan ketidakpastian dan risiko tinggi. Rusia, dengan persiapan yang matang, terlihat siap menghadapi tantangan ini, sementara dunia terus menunggu langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil kedua negara.





