
Latar Belakang
Bencana banjir di tiga provinsi baru-baru ini dan potensi bencana alam lain di masa depan menegaskan urgensi perluasan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Meskipun saat ini CPP mengelola beras dan jagung, cakupannya sudah meliputi lebih dari 11 jenis pangan, termasuk kedelai, bawang, cabai, daging unggas, telur, daging ruminansia, gula, minyak goreng, dan ikan.
Fakta Penting
Pada 31 Desember 2025, stok CPP mencapai 3,25 juta ton beras dan 45,7 ribu ton jagung, menunjukkan pencapaian tiga pilar ketahanan pangan: ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas, khususnya untuk beras. Namun, dalam keadaan darurat, CPP dalam bentuk bahan pangan mentah tidaklah cukup. Masyarakat terdampak lebih memerlukan makanan siap saji, inilah pentingnya CPP Tanggap Darurat (CPP TD).
Dampak
Implementasi CPP TD menjadi kunci dalam menyelamatkan masyarakat di masa tanggap darurat. Dengan menyediakan makanan siap saji, upaya ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga meningkatkan efisiensi distribusi bantuan. Ini menandakan langkah maju dalam sistem ketahanan pangan nasional.
Penutup
Dengan perluasan CPP TD, Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi masyarakat dari bencana. Namun, pertanyaan tetap muncul: apakah cakupan CPP TD sudah mencukupi kebutuhan berbagai daerah? Masa depan ketahanan pangan tergantung pada jawaban atas pertanyaan ini.





