
Paragraf pembuka
Pemerintah Australia mendapat tekanan keras untuk menangkap Presiden Israel, Isaac Herzog, yang akan mengunjungi negara tersebut pekan depan. Kedatangan Herzog, yang diundang untuk menghormati korban penembakan massal di Pantai Bondi, menjadi kontroversial setelah laporan PBB menuduhnya “menghasut genosida” terhadap warga Palestina.
Latar Belakang
Herzog dijadwalkan menghabiskan empat hari di Australia mulai Senin (9/2), dengan tujuan utama bertemu komunitas yahudi lokal. Namun, undangan ini datang setelah tragedi penembakan di Pantai Bondi pada 14 Desember 2025, yang menewaskan 15 orang saat festival Hanukkah digelar. Penyelidikan PBB tahun 2025 menuding Herzog telah menyebut seluruh bangsa Palestina bertanggung jawab atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, tudingan yang dinilai sebagai penghasutan terhadap genosida.
Fakta Penting
– Tanggal Kedatangan: Herzog akan tiba di Australia pada 9 Februari 2026.
– Tujuan Kunjungan: Menghormati korban penembakan dan bertemu komunitas Yahudi.
– Laporan PBB: Menuduh Herzog “menghasut genosida” dengan menyebut Palestina “bertanggung jawab atas serangan Hamas.”
Dampak
Tekanan pada Pemerintah Australia untuk tindakan tegas terhadap Herzog semakin meningkat, terutama dari kelompok-kelompok aktivis internasional yang menuntut keadilan untuk warga Palestina. Kedatangan Herzog juga menjadi fokus perhatian media global, mengingat kontroversi yang melingkupi laporan PBB.
Penutup
Sosialisasi internasional terhadap Israel dan Australia terancam terganggu jika Canberra tidak memberikan respon yang tepat terhadap tekanan ini. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah Pemerintah Australia akan tetap mempertahankan undangan pada Herzog atau menariknya demi menjaga hubungan diplomatik yang lebih luas.





