
Pemimpin Sejarah Kembali Menjabat
Paul Biya, seorang tokoh politik veteran berusia 92 tahun, kembali menjabat sebagai Presiden Kamerun setelah mengamankan masa jabatan kedelapan dalam sejarah negaranya. Dengan rekam jejak lebih dari empat dekade di puncak kekuasaan, Biya terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin negara terlama di dunia.
Latar Belakang
Periode kepemimpinan Biya yang baru ini terjadi setelah pemilihan umum yang mengejutkan publik. Meskipun hampir tidak pernah muncul di depan umum selama kampanye, Biya berhasil mengamankan kemenangan yang meneguhkan dominasinya di politik Kamerun. Menurut laporan dari kantor berita AFP pada Senin (27/10/2025), hasil pemilihan ini menegaskan bahwa Biya tetap menjadi tokoh sentral dalam peta politik negaranya.
Fakta Penting
– Paul Biya telah menjabat sebagai Presiden Kamerun selama 43 tahun, periode yang luar biasa dalam konteks internasional.
– Ini adalah kali kedelapan ia memimpin negara tersebut, mengukuhkan rekornya sebagai pemimpin terlama di benua Afrika.
– Pemilihan kali ini dilakukan dengan partisipasi yang tinggi, namun kritik muncul terkait kurangnya visibilitas Biya selama kampanye.
Dampak dan Pertanyaan
Kemenangan Biya memicu berbagai pertanyaan tentang masa depan politik Kamerun. Apakah negara ini siap untuk transisi kepemimpinan, atau apakah masa depannya akan terus dikendalikan oleh seorang pemimpin yang telah lama memegang tampuk kepemimpinan? Sementara itu, pendukung Biya menilainya sebagai pemimpin yang stabil dan berpengalaman, yang mampu menjaga keseimbangan di tengah-tengah perubahan global.
Penutup
Dengan kembali menjabat pada usia 92 tahun, Paul Biya tidak hanya menulis sejarah Kamerun, tetapi juga memancing diskusi tentang pentingnya generasi baru dalam kepemimpinan. Pemimpin veteran ini mungkin telah menyelesaikan babak terbarunya, tetapi pertanyaan tentang masa depan negerinya masih terbuka lebar.






