
Latar Belakang
Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, memberikan tanggapan atas potensi defisit APBN yang diperkirakan mencapai 3,18-4% akibat lonjakan harga minyak. Ia menekankan pentingnya solusi ekonomi yang efektif tanpa memberikan beban tambahan pada masyarakat.
Fakta Penting
Eddy Soeparno mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam memproyeksikan dampak perang di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional, termasuk potensi kenaikan defisit APBN pada 2026. Ia juga mengingatkan bahwa ketahanan fiskal dan keandalan pasokan migas menjadi kunci mengatasi gejolak geopolitik saat ini.
Dampak
Lonjakan harga minyak tak hanya mempengaruhi APBN, tetapi juga menyebabkan melemahnya kurs Rupiah dan ketidakstabilan pasokan migas impor. Eddy menegaskan bahwa kewaspadaan dini adalah kunci dalam menghadapi tantangan ini.
Penutup
Dengan strategi yang tepat, Indonesia dapat melalui gejolak ini dengan aman. Namun, pertanyaan tetap ada: apakah solusi yang ditawarkan pemerintah mampu memenuhi harapan masyarakat tanpa menambah beban?






