Berita  

Ramadan dan Muhasabah Ekologi – Update 3

Ramadan dan Muhasabah Ekologi - Update 3
Ramadan dan Muhasabah Ekologi – Update 3

Di tengah riuhnya kehidupan yang kita jalani, bulan Ramadan menghadirkan ruang jeda bagi manusia. Kesibukan dunia acapkali membawa kita terhanyut dalam hiruk pikuk tanpa henti. Ramadan seperti mengajak kita berhenti sejenak untuk berkontemplasi, serta menata ulang hubungan dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan terutama dengan alam tempat kita hidup.

Ramadan menjadi ruang pembelajaran untuk melatih kesabaran, pengendalian diri, dan menjadi ruang muhasabah (introspeksi dan evaluasi) yang lebih mendalam tentang bagaimana manusia menggunakan kekuasaan yang dimilikinya, dan tentang bagaimana kita memperlakukan alam sebagai amanah yang harus kita jaga bersama. Al-Qur’an telah memberikan rambu dan peringatan yang sangat terang dalam Surah Ar-Rum ayat 41: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Allah membuat mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.”

Pesan penting ayat ini sejatinya merupakan kritik Tuhan kepada kita semua, dan selayaknya menjadi otokritik yang harus direnungkan bersama. ‘Tangan’ dalam ayat tersebut memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar fisik manusia. Tangan adalah simbol dari kuasa, keputusan, dan otoritas. Setiap keputusan yang lahir dari tangan yang salah akan berdampak nyata terhadap lingkungan yang dilahirkan akibat abuse of power.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *