
Di tengah politik yang semakin bising oleh opini instan dan emosi sesaat, sebuah lukisan justru berbicara dengan cara yang jauh lebih tenang, namun lebih dalam. Lukisan Kuda Api karya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang dilelang dalam perayaan Imlek Partai Demokrat di Jakarta Theater pada 18 Pebruari 2026, bukan sekadar karya seni seorang mantan presiden.
Ia adalah pernyataan simbolik-bahkan refleksi kenegaraan-bukan semata tentang pentingnya menjaga kekompakan dan kebersamaan untuk meraih cita-cita bersama melainkan tentang bagaimana energi kekuasaan seharusnya dipahami, dikelola, dan diarahkan dalam kehidupan berbangsa.
Seni, pada titik tertentu, sering kali menjadi bahasa paling jujur bagi seorang negarawan. Ketika kata-kata politik kehilangan daya karena terlalu sering dipakai untuk berdebat, dan ketika hak berbicara dan narasi kebenaran dikekang, simbol justru menemukan kembali kekuatannya.


