
Pihak berwenang Prancis telah membuka penyelidikan pembunuhan atas kematian seorang aktivis sayap kanan pekan lalu. Dugaan pembunuhan tersebut sebagian disalahkan pemerintah kepada kelompok sayap kiri garis keras.
Dilansir AFP , Selasa (17/2/2025), Quentin Deranque, 23 tahun, meninggal setelah mengalami cedera otak parah ketika diserang pada Kamis (12/2) oleh setidaknya enam orang di sela-sela protes sayap kanan terhadap seorang politisi sayap kiri yang berbicara di sebuah universitas di Lyon, kata jaksa kota Lyon, Thierry Dran, dalam konferensi pers.
Belum ada penangkapan yang dilakukan dan pihak berwenang sedang berupaya mengidentifikasi para tersangka bertopeng dalam pembunuhan tersebut, yang sedang diselidiki sebagai “pembunuhan yang disengaja” dan “penyerangan yang diperparah”, tambahnya.






