
Programambang Sejahtera Nelayan Dimulai Tahun Ini
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan sekaligus Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Indonesia. Dalam acara PANFest di Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/2/2026), Zulhas mengatakan bahwa tahun ini akan dibangun 20.000 hektare tambak dan 2.000 desa nelayan. Ini adalah langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan.
Fakta Penting di Balik Inisiatif Zulhas
Zulhas menegaskan bahwa nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat terlemah secara ekonomi di Indonesia. Menurut data yang diberikan, 30% dari masyarakat miskin Indonesia adalah petani, peternak, dan nelayan, dengan nelayan menjadi yang paling rentan. “Kami harus fokus pada mereka agar tidak lagi miskin,” ujar Zulhas dalam sambutannya.
Program ini juga didukung oleh kondisi surplus beras dan karbohidrat di Indonesia, yang menurut Zulhas, memungkinkan pemerintah untuk lebih fokus pada sektor perikanan. “Tahun ini, kita fokus pada sejahtera nelayan,” tegasnya.
Dampak Sosial dan Politik yang Ditargetkan
Rencana Zulhas untuk membangun 20.000 ha tambak dan 2.000 desa nelayan diharapkan akan memberikan dampak signifikan pada kesejahteraan masyarakat. Dengan meningkatnya infrastruktur perikanan, diharapkan nelayan akan memiliki akses yang lebih baik ke pasar dan teknologi modern.
Selain itu, inisiatif ini juga dapat menjadi pilar penting dalam program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Namun, pertanyaan yang muncul adalah, apakah program ini akan terlaksana secara efektif dan apakah masyarakat nelayan akan merasakan manfaat yang nyata dari inisiatif ini.






