
Lead
Panggung politik nasional kembali berguncang setelah Majalah Tempo mengungkap konflik internal dalam lingkaran Presiden Prabowo Subianto. Dua tokoh penting, Sjafrie Sjamsoeddin dan Sufmi Dasco Ahmad, dilaporkan terlibat dalam pertikaian yang menyeret pasar uang dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Konflik ini tidak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga dipercaya sebagai upaya devide et impera untuk mengganggu stabilitas pemerintahan.
Latar Belakang
Majalah Tempo mengejutkan publik dengan narasi yang menunjukkan pertikaian terbuka antara Sjafrie Sjamsoeddin dan Sufmi Dasco Ahmad. Kedua tokoh ini dikenal sebagai figur kunci dalam lingkaran Presiden Prabowo, namun kini terlihat berada di boks berlawanan, khususnya dalam konteks pasar uang dan regulasi OJK. Konflik ini tidak hanya mempengaruhi dinamika internal pemerintahan, tetapi juga menimbulkan perdebatan tentang strategi media yang mungkin digunakan untuk mengguncang kekuatan pemerintahan.
Fakta Penting
1. Konflik Terbuka: Majalah Tempo menggambarkan pertikaian antara Sjafrie dan Sufmi sebagai “palagan” di pasar uang dan OJK, menimbulkan spekulasi luas tentang motif di baliknya.
2. Strategi Devide Et Impera: Ahli intelijen dan geopolitik melihat manuver ini sebagai upaya sengaja untuk memecah kekuatan pemerintahan, mengganggu stabilitas yang sedang dirasa solid.
3. Dampak pada Stabilitas: Konflik ini tidak hanya menjadi masalah internal, tetapi juga mempengaruhi kepercayaan publik dan investor terhadap kinerja pemerintahan.
Penutup
Konflik yang dikabarkan oleh Majalah Tempo tidak hanya menjadi isu politik, tetapi juga menandakan dinamika sulit dalam pemerintahan Prabowo. Dengan taktik devide et impera, manuver ini mengancam stabilitas yang baru saja diraih. Pertanyaan sekarang adalah, mampukah pemerintahan menangani ancaman ini dan mempertahankan solidaritas internal?





