
Sebuah studi belakangan menunjukkan sleep apnea obstruktif bisa meningkatkan risiko mikroperdarahan baru di otak. Hal ini otomatis berpengaruh pada risiko stroke, demensia, hingga alzheimer di kemudian hari.
Ciri-cirinya bisa dikenali dengan kebiasaan saat tidur. Mendengkur keras, diikuti dengan jeda napas atau terengah-engah hingga seperti tersedak saat terlelap.
Keringat malam juga bisa menjadi tanda sleep apnea, karena penelitian menunjukkan sekitar 30 persen pengidap sleep apnea obstruktif melaporkan gejala tersebut.






