
Beberapa waktu terakhir, diet tanpa gula menjadi salah satu topik yang paling sering berseliweran di media sosial. Banyak yang membagikan pengalaman kulit wajah yang terasa lebih bersih setelah menghentikan konsumsi gula. Jerawat yang sebelumnya sering muncul perlahan berkurang, bekas menghilang, dan tekstur kulit terasa lebih stabil. Tren seperti ini cepat menyebar dan membentuk keyakinan baru bahwa gula adalah biang utama masalah kulit.
Tren seperti ini sebenarnya positif. Kesadaran masyarakat terhadap dampak konsumsi gula berlebih memang patut diapresiasi di tengah tingginya konsumsi makanan dan minuman manis di Indonesia.
Masalah mulai muncul ketika anggapan bahwa diet tanpa gula berarti harus memutus hubungan total dengan nasi, roti, mie, dan semua sumber karbohidrat lainnya. Pemahaman seperti ini justru berpotensi menimbulkan masalah baru yang tidak kalah serius.





