
Latar Belakang
Anggota DPR RI, Ketua MPR RI ke-15, dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menilai peringatan ulang tahun ke-70 Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, yang diselenggarakan bersamaan dengan peluncuran delapan buku rekam jejak pemikiran dan pengabdian Yusril, sebagai momentum penting untuk merefleksikan perjalanan hukum dan ketatanegaraan Indonesia.
Fakta Penting
Delapan buku tersebut membahas perjalanan pemikiran Yusril sejak era Orde Baru hingga tantangan demokrasi kontemporer, serta perannya dalam dinamika politik dan konstitusi nasional. Karya-karya ini menjadi dokumen sejarah yang relevan untuk dibaca lintas generasi, terutama saat perdebatan tentang konstitusi, demokrasi, dan supremasi hukum semakin intens. Acara peluncuran dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Menteri Otto Hasibuan, mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan tokoh lainnya.
Dampak
Peluncuran buku ini tidak hanya memperingati kontribusi Yusril, tetapi juga menjadi panggilan untuk memperkuat fondasi hukum dan demokrasi di Indonesia. Bamsoet menekankan bahwa karya-karya Yusril menjadi pedoman penting dalam upaya membangun negeri yang lebih adil dan berkeadilan.






