
Perut yang kian membesar sering dianggap sekadar persoalan penampilan atau tanda usia bertambah. Padahal, lingkar perut yang melewati batas normal dapat menjadi sinyal risiko kesehatan serius. Penumpukan lemak di area perut diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko hipertensi, penyakit jantung, hingga diabetes tipe 2, bahkan pada orang dengan berat badan yang tampak normal. Karena jarang menimbulkan gejala pada tahap awal, risiko ini kerap tidak disadari meski proses gangguan metabolisme sudah berlangsung.
Tidak semua lemak di tubuh memiliki dampak yang sama terhadap kesehatan. Secara ilmiah, lemak tubuh terbagi menjadi dua jenis utama, yakni lemak subkutan dan lemak viseral. Lemak subkutan adalah lemak yang berada tepat di bawah kulit dan umumnya terlihat di area seperti paha, lengan, atau pinggul. Jenis lemak ini relatif kurang berbahaya secara metabolik.
Sebaliknya, lemak viseral merupakan lemak yang tersimpan di rongga perut dan menyelimuti organ-organ vital seperti hati, pankreas, dan usus. Perbedaan lokasi ini menjadi kunci mengapa lingkar perut besar memiliki implikasi kesehatan yang lebih serius dibanding penumpukan lemak di bagian tubuh lain.






