
Pria bernama Ruslandi (35), guru sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi , Jawa Barat, angkat bicara setelah kontennya yang diduga child grooming ke siswi viral. Dia mengaku konten itu dibuat untuk pembinaan karakter dan peningkatan kepercayaan diri anak.
Dilansir detikJabar, Ruslandi mengakui ketidaktahuannya soal batasan etika bermedia sosial, terutama saat melibatkan anak di bawah umur. Ruslandi menyebut, pembuatan konten bermula dari video seorang siswa yang viral dan mendapat sorotan dan masuk tayangan televisi, hingga mendorongnya untuk terus memproduksi konten serupa.
“Karena ramai, makanya dilanjut ke konten-konten berikutnya,” kata Ruslandi, Jumat (6/2/2026).






