
Latar Belakang
Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan yang mematikan terhadap kapal diduga penyelundup narkoba di perairan Pasifik Timur. Dalam serangan tersebut, setidaknya dua orang terduga penyelundup narkoba tewas, menambahkan nama mereka ke dalam daftar korban dari operasi antinarkoba AS yang sudah merenggut 128 nyawa sejak tahun lalu.
Fakta Penting
Komando Selatan AS mengonfirmasi bahwa kapal tersebut melintasi rute penyelundupan narkoba yang diketahui di Pasifik Timur. Dalam pernyataan via media sosial X, Komando Selatan menyebutkan bahwa kapal tersebut terlibat dalam operasi penyelundupan narkoba. Serangan ini merupakan bagian dari upaya AS untuk memerangi peredaran narkoba internasional, yang terus menjadi masalah global.
Dampak
Serangan ini tidak hanya menunjukkan komitmen AS dalam pemberantian narkoba, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas operasi militer dalam menangani masalah kriminal internasional. Sementara sejumlah pihak memuji langkah AS, lainnya menyoroti dampak sosial dari operasi yang kerap menewaskan nyawa. Pasifik Timur, sebagai rute penting penyelundupan narkoba, terus menjadi titik perhatian internasional dalam upaya memerangi perdagangan gelap ini.





