
Latar Belakang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar peringatan serius terkait dengan ancaman siklon tropis yang semakin dekat ke daratan Indonesia. Dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema ‘Cuaca Ekstrim, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana’, BMKG memprediksi bahwa fenomena ini akan menyebabkan ancaman cuaca ekstrem selama 10 hingga 20 tahun ke depan.
Fakta Penting
Plt Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki dua wilayah utama yang rawan dampak siklon tropis: belahan utara dan selatan khatulistiwa. “Musim siklon di utara biasanya aktif dari Mei hingga Desember, dan tahun lalu kejadiannya terjadi di November,” ujar Andri dalam acara yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Dampak
Peringatan BMKG ini menjadi alarm penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk segera mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem. Siklon tropis yang semakin dekat ke daratan dapat menyebabkan bencana alam yang berpotensi merusak infrastruktur dan mengganggu kehidupan sehari-hari.
Penutup
Dengan prediksi ini, Indonesia dihadapkan pada tantangan besar dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah negara kita sudah siap menghadapi ancaman cuaca ekstrem dalam jangka waktu yang lama?






