
Media sosial diramaikan dengan kabar seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia karena bunuh diri. Anak berinisial YBR yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu sempat menuliskan pesan terakhirnya untuk sang orang tua. Dilaporkan, anak tersebut diduga bunuh diri karena tidak dibelikan buku dan alat tulis untuk keperluan sekolah. Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menyebut keluarga YBR berada dalam keadaan ekonomi yang tidak baik.
Manfaat Utama
Kisah YBR menjadi alarm penting untuk meningkatkan perhatian pada kesehatan jiwa anak sejak dini. Anak-anak yang merasa stres atau tidak mendapat dukungan bisa memiliki risiko tinggi mengalami depresi dan perilaku berisiko seperti bunuh diri.
Cara Penerapan
Orang tua dan masyarakat bisa mulai dengan:
1. Mendengarkan dan memahami perasaan anak secara aktif.
2. Memberikandukungan emocional dan material sesuai kemampuan.
3. Mengajak bicara terbuka mengenai masalah yang dihadapi.
Fakta Ilmiah
Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang merasa tidak mendapat perhatian atau kebutuhan dasar tidak terpenuhi lebih rentan mengalami masalah jiwa. Dukungan dini dari keluarga dan masyarakat bisa mencegah hal serius terjadi.
Penutup
Kisah YBR adalah pengingat penting untuk tidak mengabaikan kesehatan jiwa anak. Jika ada tanda-tanda stres atau depresi pada anak, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional. Dukungan kita bisa menyelamatkan nyawa.





