
Pertemuan Strategis dengan Presiden Prabowo
Mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda telah mengimbau publik untuk tidak tergesa-gesa menilai pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump. Ia menegaskan bahwa proses pembentukan badan tersebut masih berada pada tahap awal dan memerlukan pemahaman yang lebih komprehensif.
Latar Belakang
Hasan menyampaikan pernyataan ini dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam ini menjadi momentum penting bagi para Menlu dan Wamenlu untuk mendapatkan informasi terkini mengenai Board of Peace.
Fakta Penting
Hasan mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, para undangan mendapat banyak informasi menarik terkait aspek politik luar negeri Indonesia, khususnya terkait upaya menyelesaikan konflik Palestina di Gaza melalui Board of Peace. “Kami yang diundang pada pertemuan sore hari ini mulai jam 3 dan berlangsung kurang lebih tiga jam, mendapat informasi yang juga menarik perhatian masyarakat kita,” jelasnya.
Dampak dan Pertimbangan
Dengan pernyataannya ini, Hasan Wirajuda menekankan pentingnya pendekatan yang matang dalam menilai_pembentukan Board of Peace. Ia mengingatkan publik untuk tidak terjebak dalam penilaian prematur yang mungkin menyebabkan pemahaman yang tidak utuh tentang upaya perdamaian ini.
Penutup
Peringatan Eks Menlu Hasan Wirajuda ini menunjukkan pentingnya sikap kritis dan informasi yang komprehensif dalam menghadapi perkembangan internasional. Dengan tidak tergesa-gesa menilai, publik dapat menyumbang pemahaman yang lebih baik terhadap peran Indonesia dalam usaha perdamaian global.






