
Konon mereka ingin kembali berbicara—dan kali ini di tingkat tertinggi. Mulai Senin (9/2) depan, Dewan Kerja Sama Tingkat Tinggi Yunani–Turki dijadwalkan bersidang di ibu kota Ankara. Jika tak ada aral, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis akan duduk satu meja. Tak tertutup kemungkinan, keduanya menggelar pertemuan khusus di hari lain.
Dewan itu dibentuk pada 2010, menyusul periode panjang ketegangan di Mediterania Timur. Namun catatan prestasinya tipis. Fungsinya lebih sebagai wadah “agenda positif” di antara dua anggota NATO—terutama di sektor ekonomi dan pariwisata. Sejauh ini, dewan itu baru lima kali bersidang. Pertemuan terakhir berlangsung Desember 2023 di Athena.
Perbedaan tafsir tetap tajam. “Turki mengajukan tuntutan sepihak dan klaim teritorial yang tak memiliki dasar hukum dan tak layak diperdebatkan,” kata Konstantinos Filis, Direktur Riset Institut Hubungan Internasional Athena, kepada Deutsche Welle. Dari Istanbul, Fuat Aksu, ilmuwan politik Universitas Teknik Yildiz, menukas: “Yunani berharap Turki memenuhi tuntutan dan membuat konsesi.”





