
Serangan Udara Membuat Empat Orang Tewas
Israel melancarkan serangan udara di distrik Nabatiyeh, Lebanon Selatan, yang menewaskan empat orang dan melukai tiga orang lainnya. Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi kejadian ini, dilansir AFP pada Minggu (2/11/2025). Serangan ini terjadi hanya beberapa bulan setelah gencatan senjata dengan Hizbullah yang berlangsung hampir setahun.
Latar Belakang Gencatan Senjata
Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah terjadi pada November 2024 setelah periode konflik keras. Namun, Israel tetap mempertahankan pasukannya di lima wilayah di Lebanon Selatan dan terus melancarkan serangan udara rutin yang diklaim menargetkan Hizbullah. Serangan kali ini meningkatkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang sudah jarang terjadi tersebut mungkin tidak bertahan lama.
Dampak Politik dan Sosial
Serangan ini telah menimbulkan reaksi keras dari pihak Lebanon, yang menilai bahwa langkah Israel ini mengancam stabilitas regional. Masyarakat lokal juga merasa ketakutan karena terus-menerus menjadi sasaran serangan udara. Internasional pun mulai memberikan perhatian lebih pada situasi ini, dengan beberapa negara meminta kedua belah pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
Penutup
Situasi di Lebanon Selatan saat ini sangat rawan. Dengan serangan Israel terbaru, gencatan senjata yang sudah sulit tercapai tersebut terancam runtuh. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah kedua belah pihak memiliki niat untuk mempertahankan ketentraman atau apakah konflik akan kembali meledak dengan lebih keras daripada sebelumnya.





