Pembuka
Kota Warisan UNESCO Hoi An, vietnam, dilanda bencana banjir dahsyat yang merenggut 13 nyawa dan merendam ribuan rumah. Air mengalir deras, menghancurkan infrastruktur dan memotong transportasi, sehingga masyarakat terpaksa menunggu hingga air surut untuk memulihkan kehidupan sehari-hari.
Latar Belakang
Hoi An, dikenal sebagai kota wisata dengan arsitektur kuno, menjadi korban banjir terparah dalam beberapa tahun terakhir. Banjir ini terjadi karena curah hujan ekstrem yang melanda daerah tersebut, menyebabkan sungai-sungai di sekitar kota meluber ke permukiman warga.
Fakta Penting
– Angka korban: Setidaknya 13 orang tewas, dengan beberapa korban akibat tenggelamnya rumah atau jatuh karena arus deras.
– Jumlah rumah terdampak: Lebih dari 2.000 rumah terendam air, dengan beberapa daerah mengalami ketinggian air hingga 2 meter.
– Dampak ekonomi: Sektor wisata, yang menjadi sumber pendapatan utama Hoi An, terancam karena infrastruktur pariwisata rusak parah.
Dampak Sosial
Warga Hoi An menghadapi tantangan besar dalam pemulihan. Bantuan dari pemerintah dan LSM mulai masuk, namun kebutuhan primer seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan medis masih mendesak. Sebagian masyarakat juga mengalami kerugian finansial karena kerusakan properti dan barang.
Penutup
Banjir di Hoi An tidak hanya menjadi bencana alam, tetapi juga mengingatkan tentang pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim. Kota ini, yang tercinta oleh wisatawan, kini membutuhkan solidaritas global untuk pulih dari bencana ini. Sementara warga mulai bersihkan rumah saat air surut, pertanyaan tentang bagaimana mencegah bencana serupa di masa depan semakin mendesak.






