
Pengantar
Pada tahun 2026, industri mobil listrik menghadapi ketidakjelasan dalam insentif fiskal. Potongan PPN untuk kendaraan listrik yang berlaku sejak Desember 2025 lalu telah berakhir, dan apakah insentif ini akan diperpanjang masih menjadi tanda tanya.
Analisis Insentif dan Dampaknya
Insentif potongan PPN dari 12% menjadi 2% tahun lalu menjadi langkah strategis untuk mempromosikan mobil listrik. Namun, ketidakjelasan kebijakan saat ini dapat menghambat pertumbuhan industri. Kemenperin telah mengusulkan perpanjangan insentif kepada Kementerian Keuangan, tetapi keputusan akhir belum diketahui.
Peran Kementerian dan Prospek Industri
Menurut Patia Junjungan Monangdo dari KBLBB Kemenperin, usulan insentif sudah dikirim pada akhir tahun 2025. Keterlambatan keputusan dari Kementerian Keuangan dapat mempengaruhi minat konsumen dan investasi dalam mobil listrik.
Penutup
Untuk memastikan pertumbuhan industri mobil listrik, diperlukan kepastian kebijakan dari pemerintah. Konsumen dan pelaku industri membutuhkan jaminan bahwa insentif akan diperpanjang atau diganti dengan program baru yang lebih efektif.




